Built-in Web Server untuk Development PHP

Sebelum aplikasi PHP kamu berjalan di server dan diakses secara publik, ada fase di mana kamu harus mencoba kode-kode yang telah dibuat pada saat pengembangan (development) aplikasi. Sejak rilis PHP 5.4, PHP menyediakan fitur Built-in Web Server. Dengan fitur ini memungkinan pemprogram mencoba kode-kode tanpa harus memasang full-featured web server seperti Apache pada saat fase pengembangan sedang berlangsung.

Secara sederhana, fitur Built-in Web Server dapat dipanggil dengan menggunakan perintah:

php -S localhost:8000

PHP Interpreter dipanggil di direktori kode-kode aplikasi dengan menggunakan option -S. Ketika dipanggil di klien menggunakan URI http://localhost:8000.

Contoh lain, misalkan WordPress dijalankan melalui Built-in Web Server dengan URI http://localhost:8001, berikut contoh pemanggilannya:

screenshot-php-bult-in-wordpress

Berikut tampilan WordPress ketika dijalankan di browser:

screenshot-php-wordpress-devel

Framework-framework PHP juga menyediakan perintah untuk menjalankan aplikasi PHP melalui PHP Built-in Web Server, misalkan Laravel menyediakan perintah:
php artisan serve
Atau Symfony menggunakan perintah:
php app/console server:run

Fitur ini juga dapat diintegrasikan ke IDE seperti Netbeans untuk menjalankan langsung kode-kode PHP yang telah dibuat. Berikut penggunaan fitur PHP Built-in Web Server di Netbeans yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan.

screenshot-php-netbean-config-script

One thought on “Built-in Web Server untuk Development PHP

Leave a Reply

%d bloggers like this: